Shampoo untuk Anjing & Kucing

Shampoo termasuk sediaan kosmetik yang sering digunakan untuk menjaga keindahan rambut dan kulit hewan kesayangan. Sediaan shampoo dengan penambahan zat aktif tertentu juga dapat digunakan sebagai terapi pengobatan beberapa gangguan ektoparasit. Shampoo hewan mempunyai karakteristik yang berbeda dengan shampoo manusia. Komponen penyusun shampoo hewan disesuaikan dengan kondisi kulit hewan, maka dari itu tidak dianjurkan memandikan hewan dengan produk shampoo manusia.

Gambar 1  Anjing Cihuahua yang sedang dimandikan (Nishizuka 2012)

Kondisi kulit kucing, anjing dan manusia terdapat perbedaan pH (derajat keasaman) dan ketebalan kulit. Kulit manusia cenderung lebih asam dibanding kulit anjing dan kucing. Kulit manusia mempunyai pH rata-rata 5.5, kulit kucing mempunyai pH 7, dan kulit anjing mempunyai pH 7.5 (Campbell 2006). Penggunaan shampoo dengan perbedaan pH yang terlalu besar dapat mempengaruhi flora normal kulit hewan. Selain itu, dampak penggunaan shampoo manusia pada hewan dapat mengiritasi kulit hewan karena hewan mempunyai lapisan epidermis lebih tipis dibandingkan pada manusia (Campbell 2006). Struktur anatomi kulit kucing dan anjing dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2  Struktur anatomi kulit kucing dan anjing (Griffin dan Campbell 2013)

Kulit hewan pada umumnya merupakan tempat hidup mikroflora normal, selain itu kulit juga melakukan regenerasi menghasilkan produk seperti sel kulit mati dan minyak. Memandikan hewan dapat menjaga kesehatan kulit dengan mengurangi penumpukan komponen-komponen tersebut. Terdapat beberapa keuntungan memandikan hewan dengan shampoo hewan. Shampoo dapat membersihkan debu, kotoran, minyak (sebum) pada rambut hewan kesayangan. Efek rambut hewan setelah dimandikan akan menjadi lebih lembut, berkilau dan mudah disisir (Griffin dan Campbell 2013).

Kondisi yang baik untuk memandikan kucing yaitu ketika rambut hewan kotor, berminyak, dan ditemukan gangguan kulit (misalnya akibat ektoparasit). Secara alami, kucing tidak terlalu membutuhkan mandi. Kucing merupakan hewan yang senang menjaga kebersihan diri, tingkah normal kucing melakukan self-grooming (Gambar 3). Terlalu sering memandikan hewan peliharaan membuat kulit hewan menjadi lebih kering (Pitcairn dan Pitcairn 2017).

Gambar 3  Kucing melakukan self-grooming (Jutzeler 2018)

Shampoo Fresh Clean merupakan shampoo untuk anjing dan kucing. Shampoo ini mengandung surfaktan, berupa Sodium Laureth Sulfat yang berfungsi mengurangi kadar minyak pada rambut dan kulit hewan. Kandungan glikol pada shampoo berperan sebagai pelembab (moisturizer) (Campbell 2006). Hewan peliharaan yang dimandikan dengan shampoo Fresh Clean (Gambar 4) akan mempunyai rambut bersih, lembut, sehat, dan harum.

Gambar 4  Shampoo* kucing dan anjing Fresh Clean
*Mengandung Metyl parabenGlycol fragnance, Water, Sodium Laureth sulfat

Penulis Intan K, Tim RnD PT Tri Daya Varuna

Sumber:

Campbell KL. 2006. The Pet Lover’s Guide To Cat & Dog Skin Disease. Philadelphia(US): Elsevier

Griffin CE, Campbell KL. 2013. Muller and Kirk’s Small Animal Dermatology. Missouri (US): Elsevier

Jutzeler S. 2018. Close Up Photo Of Cat Licking Its Paw [internet]. Tersedia https://www.pexels.com/photo/closeup-photo-of-cat-licking-its-paw-1338271/ [diakses 2019 November 7]

Nishizuka. 2012. Brown Cihuahua [internet]. Tersedia https://www.pexels.com/photo/animal-blur-canine-chihuahua-485294/[diakses 2019 November 7]

Pitcairn RH, Pitcairn SH. 2017. Dr. Pitcairn’s Complete Guide To Natural Health For Dogs and Cats. New York (US): Rodale Wellness

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked*

    WhatsApp WhatsApp Kami